Gerakan TOGA KKN 217 UNS Dorong Ibu PKK Gunung Condong Manfaatkan Tanaman Obat di Pekarangan Rumah
Gerakan TOGA KKN 217 UNS Dorong Ibu PKK Gunung Condong Manfaatkan Tanaman Obat di Pekarangan Rumah

By ADMIN 19 Agu 2026, 10:51:44 WIB Kegiatan
Gerakan TOGA KKN 217 UNS Dorong Ibu PKK Gunung Condong Manfaatkan Tanaman Obat di Pekarangan Rumah

Keterangan Gambar : Gerakan TOGA: Edukasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga pada Ibu PKK Desa Gunung Condong


PURWOREJO – Ibu-ibu PKK Desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno, mengikuti kegiatan “Gerakan TOGA: Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga” yang diselenggarakan Kelompok KKN 217 Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin, 27 Juli 2026 di Balai Desa Gunung Condong. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tanaman obat dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Ahmad Muddatsir dan Eko Retnoningsih, yang memberikan edukasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pemanfaatan bahan herbal sederhana, serta penggunaan obat tradisional secara tepat. Pada sesi pertama, Ahmad Muddatsir memperkenalkan berbagai jenis tanaman obat, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya, termasuk pengolahan bahan tanaman obat menjadi minuman herbal sederhana yang dapat dibuat secara mandiri di rumah.

“Tanaman obat yang ada di sekitar kita sebenarnya memiliki banyak manfaat dan dapat dimanfaatkan dengan cara yang sederhana. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali jenis tanaman, manfaatnya, serta cara pengolahannya agar dapat dimanfaatkan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Muddatsir.

Sementara itu, Eko Retnoningsih memberikan materi mengenai pemanfaatan obat tradisional dalam perawatan balita untuk keluhan ringan. Peserta diperkenalkan pada beberapa bahan tradisional, seperti bawang merah, madu, kunyit, dan kencur, sekaligus diingatkan untuk mengenali tanda bahaya pada balita dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila kondisi tidak membaik. “Pemanfaatan obat tradisional tetap harus dilakukan secara bijak. Untuk keluhan ringan dapat menjadi pertolongan awal, tetapi masyarakat harus mengetahui batasannya,” ujar Eko Retnoningsih.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Ibu-ibu PKK terlihat antusias berdiskusi mengenai jenis, manfaat, dan cara pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tindak lanjut, peserta mendapatkan bibit Tanaman Obat Keluarga untuk dibawa pulang dan ditanam di lingkungan rumah masing-masing.

Salah satu mahasiswa Kelompok KKN 217 UNS, Luluk Wahyu Pratama, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan pemanfaatan TOGA secara berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu-ibu PKK tidak hanya mengenal jenis dan manfaat TOGA, tetapi juga dapat mulai memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menanam bibit yang diberikan di pekarangan rumah masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Gunung Condong dan Puskesmas Bruno dalam mendukung edukasi kesehatan masyarakat. Gerakan TOGA menjadi salah satu program Kelompok KKN 217 UNS dalam tema “Pengembangan UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal.” Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat semakin memahami pemanfaatan TOGA dan mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber tanaman obat untuk mendukung kesehatan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment